Hai SIMers,…. Udah pada tahu kan kalau hari Jum’at kemarin kita menyaksikan acara Debat Pemilihan Ketua OSIS Masa Bakti 2015/2016. Kandidat calon ketua OSIS tersebut adalah Ikhya Ulumudin, Belladita Tri Agustin, dan Reinaldi Chandar Wibowo atau lebih akrab dipanggi Odel . Tidak hanya calon ketua OSIS saja yang mengikuti kegiatan debat ini, kegiatan debat ini juga berlaku untuk kandidat calon ketua MPK yaitu, Nisrin Nur Ainin, Luh Putu Paramahita yang akrab dipanggil Tittha, dan Daffa Akmal. Kegitan tersebut dimulai tepat kurang sekitar jam 7.00 acara pertama di awali dengan sambutan pembukaan dari Mba Alya Bunga dan dilanjutkan oleh Mba Liyan Nurchalifah selaku moderator.
Elemen Kegitan tersebut tidak hanya meliputi siswa siswi SMANDA, Panitia OSIS/MPK, dan Para peserta debat, acar ini juga dilengkapi oleh tim MBO sebagi penilai dan penguji, Tim MBO ini terdiri dari berbagai guru. Masing masing dari mereka memberikan pertanyaan yang akan diperdebatkan oleh masing masing kandidat ketua OSIS dan MPK. Pertanyaan yang timbul memilki tingkat kesulitan yang bertahap, pertanyaan ini juga didasari atas Visi dan Misi yang mereka buat serta Innovasi yang mereka canangkan.
Salah satu pertanyaan yang timbul adalah bagaimana mempererat tali kekeluargaan antar sesame warga SMANDA. Jawaban dari ketignya sama, yang saya Tarik bahwa untuk meningkatkan rasa kekeluargaan antar warga SMANDA adalah dengan menjadikan OSIS sebagai sebuah organisasi panutan yang dapat dicontoh oleh seluruh siswa/siswi SMANDA, selain itu berusahauntuk mensinergikan kinerja OSIS dengan kegiatan siswa/siswi SMANDA dan tidak lupa menjalin koordinasi yang baik antara OSIS dan MPK sebagai organisasi langsung yang menjembatani aspirasi – aspirasi siswa/siswi SMANDA, dengan begitu diharapkan dengan otomatis timbul rasa kekeluargaan antar warga SMANDA.
Setelah proses debat calon Ketua OSIS selesai dilaksanakan pihak panitia memberikan kesempatan bagi pononton debat untuk memberikan pertanyaan. Salah satu pertanyaannya muncul dari Nabila siswi kelas XI MIIA 4. Dirinya menyanggah innovasi dari Belladita karena ia menganggap bahwa sistem penilaian kedisplinan kurang adil.
Namun setelah itu Bella sendiri bersikeras menegaskan bahwa innovasinya sudah berdasarkan pemikiran yang matang “Menurut saya apresiasi kedisiplinan ini bertujuan agar warga kelas tersebut dapat merangkul dan peduli satu sama lain, bukan berarti jika hanya satu orang yang melanggar lalu kelas tersebut diberikan sanksi dikatakan tidak adil, namun dengan hal seperti ini akan membangun motivasi siswa/siswi SMANDA untuk tetap berdisplin, menghargai satu sama lain, sehingga nantinya tercipta rasa kekeluargaan antar sesama”
Sembari diadakannya proses debat ini juga diadakan prses pencoblosan di Aula, sudah ada beberapa panitia yang menyiapkan pos-pos pemilihan, semua anak dapat giliran untuk menyumbangak hak pilihanya.
Acara debat tersebut dilanjutkan dengan debat antara calon ketua MPK, sama halnya seperti kandidat alon ketua OSIS, masing-masing dari mereka diberikan pertanyaan oleh MBO yang akan diperdebatkan. Salah satu pertanyaan MBO yang muncul adalah bagaimana caranya berinteraksi dan memerikan penilaian yang baik dan bijak kepada anggota OSIS.
“Menurut saya, tugas dari MPK bukan hanya mengevaluasi saja tapi juga melakukan pedekatan diri dengan setiap elemen OSIS sehingga denga begitu kita dapat mendengar keluhan dari OSIS dan dapat menilai bagaimana kinerja masing-masing anggota OSIS secara objektif” Tutur Tittha
Setiap kandidat ketua MPK pun ditanya soal VISI MISI serta Inovasimereka, salah satunnya penggunaan manakah yang lebih efektif dalam menyalurkan aspirasi siswa/siswi SMANDA kotak aspirasi atau media social. Ketiganya menjawab media social karena dengan ketenaran media social saat ini sangat memudahkan siswa/siswi SMANda dalam menyalurkan aspirasinya dimana saja dan kapan saja.
Susunan Acara terkahir adalah dilakukannya perhitungan suara, jeda waktunya cukup lama, dan kegiatan penghitungan suara ini dilakukan selepas Sholat Jum’at.
VIVA SMANDA!! (diah)
